Random Posts

Forkom Ekonomi Se-Kota Ternate Desak Evaluasi Subsidi Mudik dari Pemprov Malut


Ternate, 18 Maret 2025 – Program mudik subsidi yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Perhubungan mendapat sorotan dari berbagai pihak, terutama Forum Komunikasi Mahasiswa Ekonomi Se-Kota Ternate. Program ini menawarkan potongan harga tiket sebesar 50% bagi masyarakat Maluku Utara yang ingin kembali ke kampung halaman menggunakan transportasi laut. Pendaftaran telah dibuka sejak 17 Maret 2025 dan akan berlangsung hingga 26 Maret 2025.

Sejak hari pertama pendaftaran, ratusan masyarakat terlihat mengantre di Pelabuhan Ternate untuk mendapatkan tiket subsidi tersebut. Namun, kondisi di lapangan dinilai tidak tertata dengan baik, sehingga menimbulkan kekacauan dan ketidaknyamanan bagi calon penumpang.

Koordinator Forum Mahasiswa Ekonomi Se-Kota Ternate, Galang Agustira K. Halang, menilai bahwa mekanisme pendaftaran tiket yang hanya dilakukan di satu titik menyebabkan masyarakat berdesakan untuk mendapatkan tiket. Hal ini berpotensi menimbulkan risiko kesehatan dan keselamatan bagi warga yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

“Seharusnya ada skema alternatif dalam penanganan jumlah penumpang yang semakin meningkat. Jika hanya ada satu titik pembelian tiket, maka masyarakat akan terus berdesakan. Banyak yang mengeluhkan kondisi ini karena tidak nyaman dan membahayakan,” ujar Galang.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama proses mudik berlangsung. Ia meminta Gubernur Maluku Utara Sherly Laos, Kepala Dinas Perhubungan Maluku Utara, serta Kepala Pelni Kota Ternate untuk segera mencari solusi dengan menambah 2-3 titik pembelian tiket kapal. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan di satu lokasi dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, seperti jatuh pingsan atau sakit akibat antrean panjang.

“Keselamatan dan pelayanan penumpang harus menjadi prioritas utama. Masyarakat Maluku Utara ingin mudik yang aman dan nyaman agar bisa berkumpul dengan keluarga tanpa ada insiden yang menyedihkan,” tambahnya.

Forum Mahasiswa Ekonomi Se-Kota Ternate juga menegaskan bahwa jika dalam 1x24 jam tidak ada tindak lanjut terkait permasalahan ini, mereka akan menggelar aksi demonstrasi untuk menuntut pertanggungjawaban pihak terkait atas kondisi yang terjadi di lapangan.

Dengan masih berlangsungnya pendaftaran hingga 26 Maret 2025, diharapkan pihak berwenang segera mengambil langkah konkret guna memastikan proses mudik bersubsidi ini berjalan lancar dan tidak merugikan masyarakat Maluku Utara.

Post a Comment

0 Comments